10 Oct 2026 Humas Post Dibaca 8 kali

Prodi UPW FIB Unkhair Hadiri Forum Nasional Pendidikan Tinggi Pariwisata 2026

Prodi UPW FIB Unkhair Hadiri Forum Nasional Pendidikan Tinggi Pariwisata 2026

Peluncuran CPL dan Body of Knowledge serta pembentukan forum komunikasi program studi menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan mutu pendidikan pariwisata di Indonesia.

JAKARTA, 9 Oktober 2026 -Pendidikan tinggi pariwisata Indonesia memasuki babak penting. Di tengah perkembangan industri yang kian cepat, ratusan pimpinan program studi pariwisata dari berbagai daerah berkumpul dalam Forum Nasional Pendidikan Tinggi Pariwisata 2026 untuk menyatukan arah pengembangan kompetensi lulusan dan mutu pendidikan.

Program Studi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair) turut hadir dalam forum yang diselenggarakan Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (HILDIKTIPARI), Jumat (9/10), di Auditorium Institut Pariwisata Trisakti, Jakarta. Kegiatan berlangsung secara luring dan daring melalui platform Zoom Meeting.

Koordinator Prodi UPW FIB Unkhair, Mustafa Mansur, S.S., M.Hum., hadir langsung bersama para pimpinan program studi pariwisata dari berbagai jenjang pendidikan— mencakup Pendidikan Vokasi maupun Akademik, mulai dari Program Diploma, Sarjana Terapan, Sarjana Pariwisata, Magister Pariwisata, Magister Terapan Pariwisata, hingga Doktor dan Doktor Terapan Pariwisata. Turut hadir secara resmi Rektor Institut Pariwisata Trisakti. Prof. Dr. Fetty Asmaniati, S.E., M.M., 

 

Menyatukan arah pendidikan pariwisata

Ketua Umum HILDIKTIPARI, Prof. Dr. Diena M. Lemy, A.Par., M.M., CHE, membuka forum dengan menyampaikan tujuan pertemuan sekaligus menyambut peserta yang hadir baik secara luring maupun secara daring. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga pendidikan untuk memastikan pendidikan pariwisata tetap relevan dengan perkembangan industri dan kebutuhan masyarakat.

Forum ini menandai tiga langkah strategis. Pertama, peluncuran Instrumen Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Pendidikan Tinggi Pariwisata Tahun 2026 sebagai rujukan dalam merumuskan kompetensi lulusan. Kedua, pembentukan Forum Komunikasi Program Studi Kepariwisataan di bawah naungan HILDIKTIPARI bersama Lembaga Akreditasi Mandiri Pariwisata (LAMWISATA). Ketiga, peluncuran kerangka Body of Knowledge Kepariwisataan sebagai landasan pengembangan keilmuan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Ketiga,langkah stratgeis tersebut diharapkan menjadi pijakan bersama untuk memperkuat koordinasi, pembaruan kurikulum, serta penjaminan mutu pendidikan pariwisata. Dalam kesempatan itu, Prof. Diena juga menegaskan peran LAMWISATA sebagai mitra penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan serta standar akreditasi program studi.

 

Menjawab perubahan industri dan kebutuhan masa depan

Pembahasan berlanjut melalui seminar nasional bertema “Arah Baru Kompetensi Lulusan Pariwisata Indonesia: Menjawab Transformasi Industri dan Tantangan Masa Depan.”  dengan menghadirkan dua narasumber utama:

  1. Prof. Dr. Ir. Era Purwanto, M.Eng., IPU, ASEAN.Eng., Guru Besar Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, mengulas Diferensiasi Misi Perguruan Tinggi Pariwisata;
  2. Dr. Laili Etika Rahmawati, S.Pd., M.Pd., Kabid Pengembangan Kurikulum dan Inovasi Pembelajaran Universitas Muhammadiyah Surakarta, membahas Instrumen Capaian Pembelajaran (CPL) Program Studi.

Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi peserta di ruang auditorium maupun melalui Zoom.

 

Penguatan mutu dan akreditasi

Peserta juga memperoleh pemaparan mengenai kebijakan dan perkembangan LAMWISATA. Materi disampaikan oleh Ketua Majelis Akreditasi LAMWISATA, Dr. Nurbaeti, S.E., M.M.; Ketua Dewan Eksekutif  LAMWISATA, Dr. Tonny Hendratono, S.E., M.M., CHE; serta Tim Ahli LAMWISATA, Drs. Jacob Ganef Pah, M.T.

Para pemateri menjelaskan arah kebijakan, prosedur, dan kriteria akreditasi, sekaligus membahas tantangan serta peluang yang dihadapi program studi dalam menjaga mutu pendidikan. Informasi ini menjadi bekal bagi peserta untuk memahami proses akreditasi dan mempersiapkan pengembangan program studi secara lebih terarah.

 

Pentingnya Kehadiran Prodi UPW Unkhair

Menyikapi rangkaian kegiatan yang berlangsung, Mustafa Mansur, S.S., M.Hum., Koordinator Prodi UPW FIB Universitas Khairun, menyampaikan apresiasi yang tinggi sekaligus pandangan mendalam atas pentingnya forum ini:

"Kehadiran kami di sini bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan bagian dari komitmen Prodi Usaha Perjalanan Wisata Universitas Khairun untuk menjaga agar pendidikan pariwisata yang kami selenggarakan tetap sejalan dengan standar nasional yang terus berkembang. Peluncuran dokumen CPL, Body of Knowledge, serta pembentukan Forum Komunikasi Program Studi Kepariwisataan adalah tonggak sangat penting — bukan hanya bagi perguruan tinggi besar di pusat, melainkan khususnya bagi kami di Maluku Utara khususnya Universitas Khairun. Dengan adanya kerangka kerja yang jelas dan terpadu ini, kami memiliki pedoman yang kokoh untuk menyelaraskan kurikulum, memperkuat kompetensi lulusan, sekaligus mengangkat potensi pariwisata khas Maluku Utara ke kanca nasional dan internasional. Sinergi antara HILDIKTIPARI dan LAMWISATA memberikan jaminan mutu yang kami butuhkan untuk terus berbenah dan berkembang," tegas Mustafa.

Diharapkan, kehadiran Prodi UPW FIB Universitas Khairun dalam forum ini menjadi bagian dari penguatan jejaring sekaligus langkah nyata dalam menjamin mutu pendidikan tinggi pariwisata di wilayah timur Indonesia sesuai standar nasional yang telah disepakati bersama.