18 Sep 2026 Humas Post Dibaca 46 kali

Raih Penghargaan Kemnaker: Prodi UPW Terus Kembangkan Program Vokasi

Raih Penghargaan Kemnaker: Prodi UPW Terus Kembangkan Program Vokasi

TERNATE, 18 September 2026 — Komitmen Program Studi Usaha Perjalanan Wisata Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair) dalam mengembangkan pendidikan vokasi dan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja mendapat apresiasi dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Apresiasi tersebut ditandai dengan pemberian Piagam Penghargaan kepada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Dr. Afriansyah Noor, M.Si., dalam rangkaian kegiatan Penutupan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch IV dan Pembukaan Pelatihan Peningkatan Produktivitas di Aula Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate, Jumat (18/9/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas sinergi, kepedulian, dan peran aktif berbagai pihak dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di Provinsi Maluku Utara. Selain FIB Universitas Khairun, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah mitra industri, yakni PT. Bella, PT. Harita Group, PT. Position, dan PT. Feni Haltim.

Bagi FIB Unkhair, penghargaan tersebut memiliki arti strategis karena berkaitan langsung dengan keberadaan dan kontribusi Program Studi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) sebagai satu-satunya program pendidikan vokasi di Universitas Khairun yang berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Budaya.

Piagam penghargaan untuk FIB Universitas Khairun diterima langsung oleh Dekan, Nurain Jalaluddin, S.S., M.A., yang hadir bersama Wakil Dekan II Rahma Djumati, S.S., M.A.; Wakil Dekan III Jainul Yusup, S.S., M.Hum.; serta Koordinator Program Studi Usaha Perjalanan Wisata, Mustafa Mansur, S.S., M.Hum.

Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan vokasi di perguruan tinggi tidak berdiri sendiri. Pendidikan vokasi membutuhkan kemitraan dengan dunia industri, pemerintah, lembaga pelatihan, serta kebutuhan nyata masyarakat dan pasar kerja. Dalam konteks Maluku Utara, Prodi UPW FIB Unkhair mengambil posisi tersebut melalui penguatan kerja sama dengan berbagai mitra yang relevan, termasuk BPVP Ternate.

 

Apresiasi sebagai Motivasi dan Tanggung Jawab

Ketua Program Studi Usaha Perjalanan Wisata FIB Unkhair, Mustafa Mansur, S.S., M.Hum., mengatakan bahwa penghargaan yang diterima FIB Unkhair menunjukkan adanya pengakuan terhadap kontribusi pendidikan vokasi Universitas Khairun dalam mendukung kebutuhan SDM di Maluku Utara.

“Penghargaan ini menunjukkan bahwa program vokasi Universitas Khairun yang diselenggarakan oleh Prodi UPW cukup memberikan dampak positif terhadap kebutuhan sumber daya manusia di Maluku Utara,” ujar Mustafa.

Menurutnya, Prodi UPW secara konsisten dan berkelanjutan senantiasa melaksanakan berbagai kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada penguatan kompetensi vokasi, mulai dari pendidikan dan pelatihan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Pengembangan pendidikan vokasi tersebut, lanjut Mustafa, tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga dikolaborasikan dengan industri dan instansi yang memiliki relevansi dengan bidang perjalanan wisata.

Salah satu bentuk konkret kolaborasi tersebut adalah kerja sama antara FIB Universitas Khairun dan BPVP Ternate yang telah dilegitimasi melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kerja sama tersebut mencakup berbagai kegiatan pengembangan kompetensi vokasi, antara lain magang dan praktik kerja industri mahasiswa di BPVP Ternate, pelatihan dan sertifikasi kompetensi di bidang perjalanan wisata, kuliah tamu, serta sejumlah skema kegiatan prioritas lainnya yang sementara dirancang dan dikembangkan bersama.

“Kolaborasi ini penting karena pendidikan vokasi harus memiliki keterhubungan yang kuat dengan dunia kerja. Mahasiswa tidak cukup hanya memperoleh pengetahuan secara akademik, tetapi juga perlu mendapatkan pengalaman, keterampilan, sertifikasi, dan pemahaman terhadap standar kerja yang berlaku di industri,” jelas Mustafa.

 

Sinergi Vokasi dan Produktivitas

Kegiatan di BPVP Ternate tersebut mengusung tema “Sinergi Vokasi dan Produktivitas untuk Indonesia yang Lebih Maju”. Tema tersebut menjadi relevan dengan agenda penguatan kompetensi tenaga kerja, peningkatan kualitas dan daya saing SDM, serta peningkatan produktivitas tenaga kerja di Maluku Utara.

Kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan kegiatan yang disampaikan oleh Kepala Subbagian Umum BPVP Ternate, Mika Bungin Bangalino, S.T., mewakili Kepala BPVP Ternate, sambutan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Drs. Syamsudin Kadir, M.Si., dan dilanjutkan dengan sambutan Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Dr. Afriansyah Noor, M.Si., yang sekaligus secara resmi menutup Pelatihan Vokasi Nasional Batch IV dan membuka Pelatihan Peningkatan Produktivitas tahun 2026.

Kehadiran Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI dalam kegiatan tersebut memperkuat pesan bahwa pengembangan kompetensi tenaga kerja membutuhkan sinergi lintas sektor. Pemerintah, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dan dunia industri memiliki ruang kolaborasi yang sama dalam membangun ekosistem SDM yang kompeten dan produktif.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Maluku Utara, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Ternate, serta perwakilan sejumlah pimpinan perusahaan, yaitu PT. Bella, PT. Harita Group, PT. Position, dan PT. Feni Haltim, bersama jajaran pejabat dan pegawai di lingkungan BPVP Ternate, serta seluruh peserta Pelatihan Vokasi Nasional Batch IV, serta peserta Pelatihan Peningkatan Produktivitas tahun 2026.

 

Terus Kembangkan Sinergi dan Kolaborasi

Bagi Prodi UPW FIB Unkhair, penghargaan tersebut tidak dipandang sebagai akhir dari sebuah proses, melainkan sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi yang telah dibangun.

Bidang perjalanan wisata memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, mobilitas masyarakat, pelayanan wisata, serta kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kompetensi spesifik. Karena itu, pendidikan vokasi pada bidang tersebut dituntut untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan industri.

Dalam kerangka tersebut, Prodi UPW FIB Unkhair terus mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak. Kolaborasi dengan BPVP Ternate menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mempertemukan pendidikan, pelatihan, sertifikasi kompetensi, pengalaman kerja, dan kebutuhan industri dalam satu ekosistem pengembangan SDM.

Mustafa menegaskan bahwa keberlanjutan kerja sama menjadi bagian penting dari pengembangan Prodi UPW ke depan.  

“Berbagai kegiatan vokasi akan terus kami kembangkan secara konsisten dan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan industri dan instansi yang relevan. Kami berharap kerja sama yang sudah terbangun dapat terus diperluas, baik pada sektor pendidikan dan pelatihan, sertifikasi kompetensi, magang, praktik kerja industri, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Momentum pemberian penghargaan oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI tersebut dengan demikian menjadi penanda penting bagi FIB Unkhair, khususnya Prodi UPW. Di tengah tuntutan peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja di Maluku Utara, pendidikan vokasi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang memahami teori, tetapi juga SDM yang memiliki kompetensi, pengalaman, sertifikasi, dan kesiapan memasuki dunia kerja.

Dari BPVP Ternate, sinergi itu menemukan ruang perjumpaan antara kampus, pemerintah, lembaga pelatihan, dan industri. Dan bagi Prodi UPW FIB Unkhair, penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk terus membawa pendidikan vokasi lebih dekat dengan kebutuhan nyata dunia kerja dan pembangunan SDM Maluku Utara.